RIP si ucing
Saat si ucing tak lagi menyapa dan menyambut tiap pergi dan pulang kami kerumah..
Otak menegur hati yang kebingungan, menyadarkan kamu tidak ada lagi..
Kami juga tak sampai hati melihatmu menarik tiap nafas terakhirmu..
Teriakanmu cukup merobek dan membuyarkan kami, menggambarkan betapa sakitnya sakaratul maut itu..
Mengenang bujur kakumu semalam menuntut bahwa jarak jauh yang tak terhitung itu ada..
Semoga hati segera mampu memaklumi keadaan..
solve the problem
kalau ada lampu di rumah yang rusak,
apa iya kamu langsung jual rumah ?
semudah itu merusak kenyamananmu ?
seperti itu kamu merusaki dirimu sendiri ?
if you have a problem, solve it..
fix the problem, not get a divorce..
Dua Puluh Tujuh Tahun mu sayang
walaupun usiamu berkurang, doaku malah sebaliknya
sayangku pun tetap sejalan dengan bertambahnya umurmu..
Terima kasih untuk setiap kenyamanan yang tercipta
Terima kasih untuk setiap peluk penjam penuh dekap yang teduh juga damai
Terima kasih untuk setiap ukiran senyuman
Terima kasih untuk setiap tawa lepas bersama
Terima kasih untuk setiap detik usaha dan perasaan susahnya untuk menyerah
Terima kasih untuk Tuhan, telah menciptakanmu untuk warnai hidupku
Tetaplah selalu bersama mengukir jejak dimanapun itu
Tetaplah jadi senyum untuk setiap dering dan vibrasi seluler genggamanku
Tetaplah berdiri dengan gagah dan selalu membanggakan disampingku
Tetaplah tabah untuk lebih saling memahami
Tetaplah saling melengkapi dan menjadi sosok luapan segala rasa
Tetaplah menjadi pemilik butuhku, risauku, keluhku, peduliku, juangku, juga rinduku
Tetaplah menjadi jelmaan kebahagiaanku..
Tetaplah menjadi segalaku..
tenang..
tetaplah sabar menanti waktu kita
Walaupun apa yang kita rencanakan tidak sejalan dengan kenyataan, tetaplah saling menguatkan..
Memang bukan sekarang, tapi segera..
tetaplah kita menjadi doa dan harap, semoga semesta selalu mendukungnya
Semoga sibukku dan sibukmu adalah sibuk yang baik untuk meyakinkan Tuhan bahwa kita punya rencana yang baik yang selama ini kita semogakan..
Dan semesta membawa kita pada temu,
satu..
Brownies Kukus
Bahan:
4 butir telur
150 gr gula pasir
1/2 sdt SP
80 gr tepung terigu protein sedang
35 gr bubuk coklat (saya ganti pake susu milo)
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt pasta vanila
75 gr dark cooking chocolate (DCC)
120 gr mentega/ butter
1 sachet susu kental manis
Cara membuat:
Campurkan DCC dan mentega, lalu tim
Kocok telur, gula pasir, SP, pasta vanila hingga mengembang
Campurkan tepung terigu, susu milo/ bubuk coklat dan baking powder
Masukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan hingga tercampur rata
Tuang campuran tim dcc dan mentega, aduk kembali
Sediakan cetakan yang telah di olesi mentega
Tuangkan adonan setengah, lalu kukus, jika telah setengah masak , ambil beberapa sendok adonan utk dicampurkan dengan susu kental manis, buat sebagai lapisan, tunggu beberapa saat, lalu tuang semua adonan..
Jika telah masak (tes dengan tusuk gigi, jika tidak melengket brownies telah masak)
Topping sesuai selera
Ayam Bumbu RW
c. 6 siung bawang merah
d. 200 gram cabe rawit, tergantung selera
g. Sejumput ketumbar, merica, garam dan gula




















